- Humas Unikaltar
- 29/08/2026
- 4
Tanjung Selor, Rabu 26 Agustus 2026 – Rektor Universitas Kaltara (Unikaltar) secara resmi membuka kegiatan penyegaran pengelolaan dan perlindungan ekosistem gambut bagi pengajar di Unikaltar, Rabu (26/8). Bertempat di Ruang Serbaguna Batu Benau Unikaltar, kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi akademis, memperbarui wawasan berdasarkan data sains dan kebijakan terbaru. Selain itu, kegiatan ini juga untuk meningkatkan kapasitas akademik tenaga pengajar di Universitas Kaltara.
Agenda strategis ini dihadiri langsung oleh Rektor Unikaltar beserta jajaran pimpinan di lingkungan kampus, perwakilan Lembaga Kerjasama Internasional Jerman (GIZ) Promangrovepeat, serta para dosen dari berbagai program studi di Unikaltar yang menjadi peserta aktif.
Dalam sambutannya saat membuka acara, Rektor Unikaltar, Dr. Didi Adriansyah, S.T.P., M.M., menekankan pentingnya penguasaan materi ekosistem lahan basah bagi para akademisi di daerah.
"Karena lahan basah merupakan hal yang melekat di Kalimantan Utara khususnya. Harapannya kegiatan ini dapat diikuti dengan baik dan menggali lebih dalam informasi dari narasumber terkait lahan basah ekosistem gambut," ujar Dr. Didi Adriansyah dalam pengarahannya.
Untuk memperkuat pemahaman saintifik para pengajar, pelatihan ini menghadirkan sederet pakar dan akademisi terkemuka di bidang gambut dan lahan basah. Para narasumber tersebut di antaranya Prof. Supiandi Sabiham dan Prof. Fahmudin Agus dari Indonesian Peat Association / Institut Pertanian Bogor (IPB), Bastoni, M.Si., Prof. Gusti Zakaria Anshari, Dr. Eng. Sigit Sutikno, S.T., M.T. dari Universitas Riau, serta tim ahli dari GIZ Promangrovepeat.
Melalui kegiatan pelatihan dan penyegaran ini, Unikaltar berkomitmen memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung keberlanjutan lingkungan hidup lokal. Diharapkan, ilmu dan data sains terbaru yang diperoleh para dosen dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pembelajaran, kegiatan penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat demi pelestarian ekosistem gambut di Kalimantan Utara.
Tags:
Share:
Kontributor
-- Komentar ditutup --